7 Rumah Adat Jawa Barat serta Keunikan dan Nama Lengkapnya

rumah adat jawa tengah

Keunikan rumah adat Jawa Barat bisa membuat semua orang yang memandangnya langsung terpesona. Beberapa di antara kamu mungkin sudah mengetahui sebagian rumah adatnya. 

Nah, supaya makin melengkapi wawasanmu, di artikel ini aku akan coba menjabarkan rumah adat Jawa Barat, beserta nama dan keunikan desainnya.

Kalau mendengarkan rumah adat, kira-kira apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu? Rumah dengan desain yang unik dengan bahan-bahan bambu atau kayu di dalamnya, ya. Kira-kira seperti itulah gambarannya mengenai rumah adat di Jawa Barat.

Kendati demikian, rumah adat Jawa Barat mempunyai cerita di setiap desain yang terpampang. Mau dengar ceritanya? Yuk, simak artikelnya!

1. Imah Badak Heuay

Kamu pernah mendengar nama rumah adat Jawa Barat yang satu ini? Yap, buat yang belum tahu, imah badak heuay ini sering kamu jumpai jika berkunjung ke Sukabumi.

Lalu, kenapa dinamakan badak heuay? Apakah bentuk rumahnya menyerupai badak?

Kalau dilihat dari artinya, badak heuay mempunyai makna yaitu badak yang menguap. Nah, atap dari rumah adat yang satu ini sekilas mirip dengan badak yang sedang menguap jika diperhatikan dari atap belakang sampai tepiannya.

Atap dari rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu serta bagian atap tersusun atas genteng tanah liat. 

Sampai saat ini, badak heuay masih dilestarikan oleh masyarakat Sukabumi. Nah, kalau kamu berkunjung ke Sukabumi, jangan lupa, ya, melihat keunikan rumah adat yang satu ini!

2. Rumah Tagog Anjing

Dinamakan rumah tagog anjing karena mempunyai arti yaitu anjing yang sedang duduk. Lho, emangnya ada anjing duduk di depan rumahnya gitu?

Bukan seperti itu. Maksud dari tagog anjing yaitu atap rumah adat yang satu ini memiliki bentuk atap yang menyerupai sikap anjing yang sedang duduk.

Kalau dilihat-lihat, tagog anjing mempunyai dua atap lapis. Atap atas mempunyai bentuk segitiga dan atap bawah menjorok sedikit pada bagian depan dan terlihat menyambung dengan atap atas.

Keunikan rumah adat Jawa Barat yang satu ini terletak pada sisi bawah yang tidak disangga oleh tiang. Selain itu, tagog anjing mempunyai bidang atap yang sempit dan berfungsi untuk pelindung agar cahaya matahari atau hujan tidak langsung masuk ke ruangan bagian depan.

Rumah tagog anjing dapat kamu temui jika berkunjung ke Garut. 

3. Rumah Suhunan Jolopong

Sama seperti rumah-rumah adat sebelumnya, rumah adat Jawa Barat yang satu ini dinamakan sesuai dengan bentuk atapnya. Kalau sebelumnya bentuk atapnya mirip badak dan anjing, maka rumah adat Jolopong mempunyai bentuk atap yang terlihat tegak lurus. 

Jolopong sendiri merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang berarti tergolek lurus. Bentuk rumahnya terlihat cukup sederhana dengan atap berbentuk segitiga sama kaki dan memiliki dua bidang yang dipisahkan dengan jalur suhunan pada bagian tengah bangunan.

Bahan-bahan material yang biasanya digunakan untuk membangun rumah adat yang satu ini yaitu menggunakan bahan alami, seperti kayu, bambu, daun kelapa, ijuk, batu dan tanah.

Rumah Jolopong sering dijumpai di kota Garut, sama seperti halnya Tagog Anjing.

4. Rumah Perahu Kumureb

Kalau kamu orang Sunda sudah pasti tahu dari arti rumah adat yang satu ini, ya. Yap, pada dasarnya arti dari perahu kumureb yaitu perahu yang terbalik atau tengkurap.

Lantas, kenapa dinamakan dengan perahu kumureb? Sebab, desain dari rumah ini berbentuk bidang trapesium sehingga mirip dengan perahu yang terbalik. Di sinilah keunikan rumah adat Jawa Barat yang satu ini.

Rumah adat yang satu ini dibuat dari bahan material seperti kayu. Sedangkan atapnya terbuat dari ijuk.

Akan tetapi, rumah perahu kumureb jarang ditemukan karena konon katanya mudah bocor. Meski begitu, rumah adat yang satu ini masih bisa kamu jumpai di daerah Ciamis, tetapi hanya beberapa rumah saja.

5. Rumah Capit Gunting

Kamu pasti sudah membayangkan kalau rumah adat yang satu ini mempunyai bentuk seperti gunting.

Memang, pada dasarnya desain atap rumah adat yang satu ini menyerupai gunting dalam posisi menyilang. Kemudian, pada bagian ujung atap depan maupun belakang terdapat sebuah bambu, di mana posisinya membentuk huruf “x”.

Rumah adat Jawa Barat yang satu ini didesain dengan bahan utama menggunakan bambu serta atap rumah memakai daun kering untuk menahan hujan dan panas.

Rumah capit gunting juga biasanya disebut dengan susuhunan. Bisa dibilang, rumah adat yang satu ini merupakan rumah tradisional paling tua yang ada di Jawa Barat.

6. Rumah Julang Ngapak

Julang ngapak mempunyai arti yaitu burung yang mengepakkan sayap. Diambil nama julang ngapak karena bentuk desain atapnya terlihat seperti burung yang sedang mengepakkan sayap.

Pada bagian atas terdapat kayu yang berbentuk “v”. Lalu, pada bagian bubungan dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang. Bentuk tersebut ditujukan untuk mencegah air hujan yang merembes.

Julang ngapak terbuat dari bahan-bahan seperti alang-alang, ijuk, serta daun rumbia. Rumah adat yang satu ini bisa kamu jumpai di Tasikmalaya.

7. Rumah Buka Palayu

Keunikan rumah adat yang satu ini terletak pada letak pintu muka yang menghadap ke arah satu di antara sisi dari bidang atapnya.

Kalau dilihat dari arah depan rumah, maka tampak dengan jelas ke seluruh garis suhunan yang melintang dari kiri ke kanan.

Sama seperti rumah adat yang lainnya, rumah buka palayu juga terbuat dari kayu serta ditambah dengan anyaman bambu dan tanah liat untuk gentengnya.

Sampai saat ini, rumah buka palayu masih bisa kamu temukan di sepanjang jalan raya yang menghubungkan kota Cirebon-Bandung.

Itu dia 7 rumah adat Jawa Barat yang memiliki masing-masing keunikan tersendiri. Kalau dikasih kesempatan, kira-kira kamu ingin melihat rumah adat yang mana?

Masih butuh materi belajar lainnya? Yuk, langsung aja langganan paket belajar New Primagama Powered by Zenius. Selain menyediakan ribuan materi belajar, kamu juga bisa belajar langsung dari para tentor berpengalaman. Klik gambar di bawah ini buat info selengkapnya!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.