6 Tarian Jawa Tengah yang Paling Populer dan Sakral

Tarian Jawa Tengah

Jawa Tengah sebagai kawasan yang kaya akan kesenian dan kebudayaan. Salah satu kesenian daerah yang patut dilestarikan adalah tarian tradisional Jawa Tengah.

Tarian tradisional Jawa Tengah ini ada sejak abad ke-7. Sejak “Mahabharata” dan “Ramayana” diciptakan, sosok ini menjadi dasar dalam tarian, puisi, dan seni selama berabad-abad dalam budaya Jawa Tengah. 

Adapun tarian tradisional Jawa Tengah terpengaruh dari ritual keagamaan, penguasa adat, dan kedatangan penjajah Belanda.

Di Jawa Tengah, berbagai jenis tarian tradisional dipertunjukkan dalam upacara adat maupun acara-acara spesial. Tarian-tarian dipertunjukkan sebagai media upacara agar para penonton turut terhibur dan bisa melepaskan lelahnya dengan menonton tarian ini.

6 Tarian Jawa Tengah

Lanjut yuk ke 6 ragam tarian yang berasal dari Jawa Tengah yang perlu kamu ketahui untuk menambah wawasanmu:

Tari Serimpi 

Pertama yang akan diulas mengenai tarian Jawa Tengah adalah tari Serimpi yang merupakan tari klasik asal Jawa Tengah. Tari klasik sendiri mempunyai arti sebuah tarian yang mencapai tingkat keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman masyarakat feodal serta lahir dan tumbuh di kalangan keraton. 

Tari yang sudah banyak dipentaskan ini memiliki gerak gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan yang dipersembahkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara musik gamelan.

Tari serimpi Jawa memiliki kemiripan dengan tari Pakarena dari Makasar, jika dilihat dari segi kelembutan gerak para penari. Sejak dulu, tari Serimpi telah memiliki kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa karena sifatnya yang sakral. 

Dahulu kala tari ini hanya boleh dipentaskan oleh orang-orang yang dipilih keraton. Tari serimpi dianggap sama sakralnya dengan pusaka atau benda-benda yang melambangkan kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu. Namun tari Serimpi belum sesakral tari Bedhaya.

Tari Bedhaya

Nama tarian daerah Jawa Tengah selanjutnya adalah Tari Bedhaya. Tarian tradisional klasik ini berasal dari Keraton Surakarta. Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, bahwa Tari Bedhaya bersifat sangat sakral dan sarat dengan makna religius bagi penari dan penontonnya.

Karena memiliki nilai religius, tari Bedhaya bahkan juga dinilai sebagai bentuk yoga atau meditasi. Tidak hanya itu, tari tradisional Bedhaya juga memiliki nilai estetika dan kekuatan. Para penari mengenakan kostum berupa atasan blus beludru yang dilengkapi dengan sarung batik. Sedangkan, ornamen tambahan yang digunakan adalah selendang berwarna keemasan.

Cerita yang digambarkan dari Tari Bedhaya berupa hubungan asmara antara Ratu Kidul dengan Raja-raja Mataram yang diwujudkan dalam gerakan-gerakan tangan dan seluruh bagian tubuh. Tarian ini diiringi alat musik gamelan.

Tari Tayub

Tari Tayub, tarian ini mirip dengan tari Jaipong dari Jawa Barat. Tari Tayub dikenal juga dengan acara Tayuban yang merupakan salah satu kesenian Jawa Tengah mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tari tayub mirip juga dengan tari Gambyong yang lebih populer dari Jawa Tengah.

Tarian ini umumnya ditampilkan dalam acara pernikahan, sunatan, atau acara khusus seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga perayaan kemenangan dalam pemilihan kepala desa, serta acara bersih desa.

Anggota yang ikut dalam kesenian ini terdiri dari penyanyi sinden, pemusik gamelan serta penari khususnya wanita. Penari tari tayub bisa dilakukan sendiri atau bersama, biasanya penyelenggara acara merupakan laki-laki.

Tari Gambyong

Tari Gambyong berasal dari daerah Surakarta. Awalnya, tarian yang berasal dari Jawa Tengah yang lebih terkenal dari tari Tayub ini hanya sebuah tarian rakyat dan diadakan ketika memasuki musim panen padi. Dewasa ini, tari gambyong diadakan saat acara sakral dan sebagai penghormatan pada tamu.

Sejarah penamaan Gambyong pun diambil dari salah satu penari tempo dulu, di mana penari tersebut memiliki suara merdu dan tubuh yang lentur. Dengan kedua bakat tersebut Gambyong yang memiliki nama lengkap Sri Gambyong cepat terkenal dan dapat memikat banyak orang hingga akhirnya nama penari itu terdengar ke telinga Sunan Paku Buwono IV.

Lalu Sri Gambyong diundang untuk menari ke dalam istana. Di sana, Sri Gambyong berhasil memikat orang-orang. Tariannya pun dipelajari dan dikembangkan hingga dinobatkan tarian khas Istana.

Untuk jumlah penari tidak disyaratkan, namun untuk kostum yang biasa digunakan adalah kostum kemben sebahu dilengkapi dengan selendang. Pada dasarnya kostum tarian ini dimeriahkan dengan warna kuning dan hijau. Namun seiring perkembangan, warna pun tidak menjadi patokan. Musik pengiring tarian ini biasanya dari gamelan yang terdiri dari gong, kenong, gambang dan kendang.

Tari Serimpi

Ragam tarian tradisional ini merupakan tarian tradisional khas Jawa Tengah yang mirip Tari Bedhaya.

Tari ini biasanya ditampilkan di keraton sebagai acara kebudayaan dan perayaan hari besar. Para penari tari Serimpi dianggap mewakili empat elemen universal yaitu bumi, air, api, dan udara, serta empat titik mata angin alam semesta.

Alasan di balik Tari Serimpi mirip dengan Tari Bedhaya adalah dari teknik menari, busana kostum, serta tarian yang diperagakan oleh wanita. Keunikan tari Serimpi adalah penggunaan properti berupa pistol dan menggunakan busana sampir putih yang melambangkan kesucian dan ketulusan sang penari.

Tari Sintren

Tari Sintren berartikan “sintren” yang merupakan gabungan dua suku kata, yaitu, “Si” dan “tren”. Si dalam bahasa Jawa berarti “ia” atau “dia” dan “tren” berarti “tri” atau panggilan dari kata “putri”. Sehingga Tari Sintren berartian “Si putri” yang menjadi objek pemeran utama dalam pertunjukan kesenian sintren ini.

Sintren merupakan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa  Barat dan Jawa Tengah, yaitu Pekalongan. Tari Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis atau magis yang berasal dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono. Kesenian Sintren diawali dari cerita rakyat atau legenda yang dipercaya oleh masyarakat. 

Tari Sintren semakin terlupakan dan terancam punah, karena kurangnya upaya untuk melestarikan kesenian sintren yang menjadi salah satu budaya dan kearifan lokal negeri ini.

Nah, itulah tadi 6 ragam tarian Jawa Tengah yang perlu kamu ketahui untuk menambah wawasanmu. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Eits, kalau kamu masih mau mengasah materi pengetahuan umum dan pelajaran lainnya jelang ujian sekolah, langsung aja ikutan bimbel dari New Primagama Powered by Zenius. Di sini kamu bisa dapetin akses ke ribuan materi belajar dan dibimbing langsung oleh para tentor berpengalaman. Klik gambar di bawah ini buat cek paket belajarnya ya!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.