tiga jenis belajar

Setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda dan cenderung berbeda antara satu dengan yang lainnya. Di PRIMAGAMA, setiap pengajar dituntut untuk bisa mengadaptasi gaya belajar dari setiap siswa agar menjadi metode yang netral dan dapat diserap oleh setiap siswa. Hal ini menjadi penting, mengingat bahwa dalam setiap kelas terdiri dari sekumpulan siswa (individu) yang berbeda-beda. Berikut ini adalah tiga hal jenis belajar yang umum dimiliki oleh setiap siswa:

01.

Pelajar Visual

Sangat erat kaitannya dengan gambaran visual seperti informasi tertulis, catatan, diagram, dan gambar. Pelajar jenis ini cenderung memilih duduk di depan kelas untuk menghindari gangguan visual, untuk bisa memandang pengajar dengan jelas ketika pelajar berbicara sehingga bisa melihat bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Pelajar visual seringkali memilih untuk membuat catatan detil untuk menyerap informasi. Mereka paling baik belajar dengan menulis poin-poin penting, dan membuat gambaran tentang apa yang sedang mereka pelajari. Mereka mengikuti instruksi tertulis lebih baik daripada instruksi lisan.

02.

Pelajar Auditorial

Sangat erat kaitannya dengan kuliah verbal, diskusi, dan dengan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Informasi tertulis mungkin hanya sedikit membantu sampai informasi itu diungkapkan dengan kata-kata atau dibaca dengan keras. Pelajar auditer senang berpartisipasi dalam diskusi dan debat kelas, demikian juga mendiskusikan masalah secara verbal. Mereka lebih suka mendengarkan kuliah daripada membaca buku pelajaran. Mereka pandai menyusun pidato dan presentasi.

03.

Pelajar Kinestetik

Belajar dengan cara menggerakkan dan melakukan aktifitas. Pelajar kinestetik paling baik belajar melalui pendekatan dengan sentuhan. Mereka mungkin dianggap hiperaktif, berulang kali istirahat, dan mungkin bingung dengan kebutuhan mereka akan aktivitas dan eksplorasi. Dalam pembelajaran, mereka membaca materi sepintas lalu untuk mengetahui isi pokok materi sebelum duduk untuk membacanya secara seksama. Mereka senang melakukan pekerjaan dengan tangan mereka.