7 Pekerjaan yang Memanfaatkan Sumber Daya Laut

Jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Setidaknya dengan luas sekitar 7,81 juta km2, terdapat 17.499 pulau di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, jumlah perairan di Indonesia lebih banyak daripada daratannya. Jumlah laut dan perairannya hampir 70% dari total wilayah Indonesia.

Kebayang kan, dengan luas perairan dan laut sebanyak itu, seberapa besar potensi kelautan dan perikanan yang ada di Indonesia? Kira-kira apa saja ya jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut? Berikut ini 7 pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut. Yuk, kita cek sama-sama!

Pekerja di Pertambangan Minyak Lepas Pantai

Ini dia contoh pertama pekerjaan yang memanfaatkan sumber daya laut, yaitu sebagai pekerja di pertambangan minyak bumi. 

Minyak bumi berasal dari makhluk hidup yang mati selama ribuan tahun lamanya. Makhluk hidup yang mati di dekat pantai, lama kelamaan akan tergusur ke laut lepas. Fosil inilah yang menjadi minyak.

Minyak bumi ini dapat dijadikan sebagai bahan bakar, sumber gas cair, bermacam-macam produk kimia, dan masih banyak lagi. Cara kerja pertambangan di lepas pantai sama dengan di daratan, yaitu dengan cara pengeboran. 

Dibutuhkan banyak tenaga ahli untuk bisa melakukan penambangan minyak lepas pantai. Oleh sebab itu, ada beberapa profesi yang bisa kamu coba nih!

Untuk kamu yang ingin mengambil jurusan Geologi dan Geofisika, kamu dapat bekerja sebagai Geologis yang menghitung jumlah cadangan minyak bumi yang ada di laut. Nah, ada juga pekerjaan yang tepat buat kamu yang ingin mengambil jurusan Geodesi-Geomatika. Kamu bisa menjadi Surveyor, atau orang yang menentukan titik survey pencarian minyak bumi.  Ada pula profesi Survey Engineer yang bertugas untuk set-up alat survey. Biasanya mereka yang bekerja sebagai Survey Engineer berasal dari lulusan Elektro, Mekatronika, dan Mekanika. 

Penghasilan yang ditawarkan cukup menjanjikan lho, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah. 

Nakhoda

Kali ini adalah pekerjaan yang cocok banget untuk kamu yang ingin mengambil jurusan transportasi, sistem teknik laut, maupun teknik maritim. Lulusan sekolah pelayaran juga bisa menjadi nakhoda.

Transportasi laut sudah dikenal sejak zaman dulu dan masih digunakan hingga saat ini. Transportasi laut, khususnya kapal, dibagi menjadi kapal feri, kapal penumpang, kapal barang, kapal tanker, dan pesiar. 

Transportasi laut dianggap lebih unggul dibandingkan dengan transportasi lainnya, hal ini karena transportasi laut lebih ekonomis, bisa mengangkut barang dengan volume yang besar, dan bisa menjangkau pulau, benua, dan negara. Dalam ilmu transportasi, kamu akan belajar tentang perencanaan, pengoperasian, perancangan, dan pemeliharaan sistem transportasi darat, laut, dan udara. 

Kamu bisa menjadi nakhoda, yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang dan barang yang dibawanya dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya. Ingat, kamu harus menyiapkan mental ya jika ingin menjadi pelaut! Kamu harus mampu berlayar hingga berbulan-bulan. Tapi tenang, pendapatannya cukup besar kok, bisa belasan hingga ratusan juta rupiah.

Petani Rumput Laut

Nah, pekerjaan satu ini memanfaatkan rumput laut sebagai salah satu sumber daya laut. 

Rumput laut telah menjadi bahan baku yang cukup penting, baik untuk bahan baku kertas, maupun makanan. Sebagai pemilik garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk membudidayakan rumput laut. 

Budidaya rumput laut tidak membutuhkan tenaga yang besar. Perempuan dan anak-anak pun bisa membudidaya rumput laut di pesisir pantai dengan mudah. 

Walau cenderung mudah, rupanya budidaya ini membutuhkan banyak metode percobaan sebelum akhirnya berhasil. Hal ini karena setiap pesisir pantai memiliki karakteristik yang berbeda. Berbeda pesisir, berbeda pula cara tanam dan perlakuannya terhadap rumput laut.

Lapangan pekerjaan ini cocok bagi kamu yang ingin mengambil jurusan pertanian. Di jurusan itu, kamu akan belajar tentang dasar teknologi benih, dasar teknologi produksi tanaman, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya jurusan pertanian saja yang cocok untuk kamu yang ingin budidaya rumput laut. Kamu juga bisa mengambil jurusan budidaya tanaman pangan, dan jika mau masuk SMK, kamu bisa mengambil SMK jurusan agribisnis rumput laut. 

Sektor Pariwisata 

Kamu setuju nggak kalau pantai di Indonesia sangat indah? Laut dan pantai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, apalagi karakteristik setiap pantai berbeda-beda. Ada pantai yang dapat dipergunakan khusus untuk surfing seperti Pantai Kuta dan Uluwatu di Bali, ada pula pantai yang memiliki keindahan bawah laut untuk snorkeling seperti di Bunaken, Manado. 

Keunikan setiap laut dan pantai ini dapat dipergunakan untuk menunjang sektor pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu, perlu orang yang dapat mengakomodasi tempat wisata ini, mulai dari pemandu wisata, penyewaan kapal, restoran, pelatih surfing, jasa snorkeling, dan masih banyak lagi.

Menurutmu, lulusan apa sih yang paling tepat untuk mengakomodir semua ini? Tepat sekali, jurusan pariwisata. Sepertinya asik ya bekerja sambil berwisata sekaligus?

Pengolah Hasil Budidaya Laut

Yang ketiga ada pekerjaan sebagai pengolah hasil budidaya laut. Sebagian hasil laut tidak dijual begitu saja, melainkan diolah untuk menjadi produk lain seperti makanan, atau kosmetik. Nah, untuk itu, maka diperlukan orang yang bisa mengolah hasil budidaya laut dengan baik. 

Kamu yang ingin mengambil jurusan perikanan, nggak usah khawatir. Kamu bisa kok menjadi pengolah hasil budidaya laut. Selain perikanan, ada juga jurusan yang khusus mempelajari bagaimana mengelola hasil budidaya laut menjadi produk yang lebih bernilai harganya. Jurusan itu adalah Teknik Pengolahan Hasil Laut. 

Petani Garam

Ada pekerjaan yang memanfaatkan air laut, tapi bukan dalam bentuk air. Ya betul, petani garam.

Semestinya produksi garam dapat menjadi unggulan bagi Indonesia, mengingat jumlah lautnya yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan daratannya. Namun, rupanya hingga kini, Indonesia masih mengimpor garam dari berbagai negara seperti India, Australia, dan China.

Rupanya, panjangnya garis pantai yang dimiliki Indonesia tidak menentukan banyaknya jumlah produksi garam. Hal ini karena tidak semua garis pantai dapat memenuhi syarat untuk produksi garam. Selain itu, defisit garam juga dirasakan akibat adanya perubahan iklim yang tidak menentu. Petani garam yang masih mengandalkan teknologi tradisional pun kesulitan untuk bertahan.

Oleh sebab itu, diperlukan teknologi modern agar produksi garam mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, baik secara kuantitas maupun kualitas. Teknologi modern ini tentu tak lepas dari campur tangan berbagai pihak seperti tim riset, teknologi, dan kelautan. 

Nelayan dan Budidaya Ikan 

Kalau berbicara soal pekerjaan yang memanfaatkan sumber daya laut, sudah pasti nelayan adalah salah satu jawabannya.

Luasnya perairan Indonesia membuat hasil laut sangat berlimpah, mulai dari berbagai jenis ikan, kerang, sotong, kepiting dan masih banyak hasil laut lainnya. Nelayan bertugas untuk mengambil hasil laut dan membawanya ke pasar untuk diperjualbelikan. Jangan memandang remeh pekerjaan ini ya teman-teman, tanpa nelayan, kebutuhan protein kita tidak akan terpenuhi. Mereka berperan sangat penting untuk kebutuhan protein harian kita. 

Hasil laut Indonesia tidak hanya diperjualbelikan di Indonesia saja lho. Di Manado, Sulawesi Utara, hasil laut juga diekspor ke Jepang hingga Amerika Serikat. Salah satu ikan ekspor andalannya adalah ikan tuna. Indonesia sukses menjadi pemasok 16% tuna di dunia. Hal ini membuat Indonesia dikenal sebagai penghasil tuna terbesar di dunia deh. 

Seiring dengan banyaknya hasil laut yang didapat, rupanya jumlah nelayan justru semakin berkurang. Nah lho! Hal ini karena jumlah ikan juga turut berkurang. Ini semua karena terjadinya overfishing. 

Overfishing adalah proses pengambilan ikan secara berlebihan sehingga sebagian besar potensi makanan dan kekayaan yang diambil tidak berhasil dimanfaatkan sepenuhnya. Overfishing membuat adanya ketimpangan antara jumlah nelayan dan ikan yang ditangkap. Jika jumlah ikannya berkurang, maka nelayan pun ikut berkurang. 

Ada sebuah solusi untuk mencegah terjadinya overfishing, yaitu dengan bantuan lulusan perikanan. Lulusan perikanan bisa mendampingi nelayan atau bahkan terjun langsung menjadi nelayan untuk meningkatkan produksi ikan.

Selain itu, ada pula pekerjaan sebagai pembudidaya ikan. Untuk budidaya ikan, ada jurusan kuliahnya sendiri lho, yaitu jurusan Akuakultur. Mahasiswa jurusan Akuakultur belajar tentang ilmu dan teknologi di bidang budidaya perairan, produksi ikan, manajemen kualitas air, kesehatan lingkungan perairan, genetika ikan, penyakit ikan, dan masih banyak lagi. Mereka juga belajar tentang pengelolaan potensi sumber daya perikanan lho! Keren banget kan?

Ternyata banyak juga ya jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut. Bagaimana, setelah membaca artikel ini, pekerjaan yang mana nih yang kamu inginkan? 

Gimana, sudah paham dengan topik di atas? Atau masih butuh pengetahuan umum lainnya? Kamu bisa lho, belajar langsung sama para tutor yang asik lewat live class dengan download aplikasi Zenius atau datengin cabang New Primagama di kotamu. Klik gambar di bawah ini buat info lengkapnya ya!

Jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.